Menghitung Hari – Sidang Banding Bea Cukai (Part-2)

Ini bukan mau bahas lagunya KD yang terkenal itu, bukan juga soal menghitung hari menunggu sesuatu, tapi masih cerita soal Sidang Banding Bea Cukai yang saya tulis sebelumnya.

Dalam persidangan kedua kemarin pemohon banding telah dapat menunjukkan tanggal penerimaan surat keputusan keberatan berdasarkan tanda terima internal pemohon banding. Dalam permohonan banding atas keputusan DJBC, permohonan harus disampaikan ke Pengadilan pajak dalam waktu 60 hari sejak tanggal keputusan yang akan diajukan banding, setelah melunasi minimal 50% dari jumlah pajak (dan bea masuk) terutang.

Salah satu hal yang baru saya ketahui kemarin adalah, dalam menghitung hari, tanggal yang sama dengan saat keputusan dibuat (tgl yang tertera dalam keputusan tsb) dihitung satu hari. Contohnya, Permohonan Banding atas surat keputusan keberatan tertanggal 23 Mei 2008 paling lambat diajukan banding tanggal 21 Juli 2008, demikian pula batas waktu pelunasan 50% Pajak terutang, paling lambat tanggal 21 Juli 2008. Perhitungan dilakukan dengan cara sbb :

  • Tgl 23 s/d 31 Mei = 9 hari ;
  • Tgl 1 s/d 30 Juni = 30 hari; dan
  • Tgl 1 s/d 21 Juli = 21 hari

Selama ini, saya terbiasa menghitung hari dalam menentukan jatuh tempo permohonan keberatan/ banding pajak, yang jangka waktunya 3 bulan sejak tgl keputusan diterima, dimana perhitungan hari dimulai pada tanggal berikutnya. Dalam persidangan kemarin, saya juga sempat mengkonfirmasikan bukankah dari tanggal 23 Mei s/d 31 Mei adalah 8 hari (31-23 = 8), namun Hakim menjelaskan bahwa perhitungan dimulai pada tanggal keputusan, bukan hari berikutnya. Perlakuan yang sama juga diterapkan terhadap DJBC pada saat melihat kapan surat keputusan keberatan diterbitkan.

Dalam permohonan keberatan/Banding, waktu satu hari akan sangat menentukan apakah permohonan tersebut memenuhi kententuan formal atau tidak. Jika permohonan tidak memenuhi ketentuan formal, maka permohonan tidak dapat diproses lebih lanjut. Sebaliknya, apabila permohonan telah menenuhi kententuan formal, maka pembahasan akan dilanjutkan ke materi sengketa.

Kembali ke kasus saya, dalam persidangan kemarin, masih terdapat data yang perlu dikonfirmasikan ke pihak terbanding atau bukti dari pihak ketiga (misalnya bukti transfer, bukti pengiriman surat dari kurir/kantor pos) karena jika dihitung dengan cara tersebut diatar, antara tanggal surat keputusan keberatan dengan tanggal SSPCP sudah mencapai 61 hari. Pemohon banding dapat membuktikan bahwa transfer pembayaran pajak telah dilakukan 7 hari sebelum tgl SSPCP, hal ini juga bisa menjadi alat bukti yang menguatkan pemohon banding. Meskipun pihak terbanding hadir dalam proses persidangan kemarin, namun belum membawa bukti-bukti yang diperlukan, sehingga proses sidang kembali ditunda selama 6 hari kedepan.

Moral of the story = hati-hati dalam menghitung hari, Waktu sehari akan sangat menentukan apakah permohonan dapat diproses lebih lanjut atau tidak… )

Sumber :

Dari artikel sebuah blog yang di copy paste dari sumber aslinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s